10 Negara Anggota MEA

Diposting pada

10 Negara Anggota MEA10 Negara Anggota MEA, MEA adalah masyarakat ekonomi Asean (asia tenggara), dalam bahasa inggrisnya adalah Asean Economic Community (AEC), Negara ASEAN akan memberi Free Flom dalam bidang Barang, Jasa, Investasi, Tenaga kerja, dan modal usaha.

Berangkat dari kesamaan sesama negara berkembang maka para pemimpin negara ini menyepakati hal diatas, segala sesuatunya di bebaskan. Yang bertujuan meningkatkan perekenomian dikawasan Asean.

Anggota MEA adalah negara Asean yang terdiri dari 10 Negara yaitu:

  1. Indonesia
  2. Malaysia
  3. Filipina
  4. Singapura
  5. Thailand
  6. Brunai Darussalam
  7. Kamboja
  8. Vietnam
  9. Laos
  10. Myanmar

Negara Republik Timur Leste sebagai Negara Asean termuda yang baru merdeka tahun 2002 setelah melakukan referendum tahun 1999 sepertinya belum siap untuk menjadi anggota MEA yang ke 11.

Tapi hal itu sepertinya tidak akan berlangsung lama, karena mereka lagi giat-giatnya membangun perekonomian dan bekerja sama dengan sangat erat dengan Indonesia.

Dimana kultur dan sandang pangan dan telah memiliki pengalaman yang sama dengan masyarakat Indonesia.

MEA telah di berlakukan yang artinya Apakah masyarakat kita dan para pengusaha di Negeri kita sudah siap menyambut perdagangan bebas antar negara ASEAN. Saya sebagai penulis disini, sepertinya belum siap.

Karena negara kita salah kaprah dan salah strategi, negara kita yang tadinya sebagai negara Pertanian atau negara agrikultur berubah menjadi negara industri.

Dimana industri tersebut dimiliki negara asing, yang artinya warga negara kita hanya buruh, bukan pemilik.

Bentuk Kerjasamanya Anggota MEA adalah

  1. Pengakuan kualifikasi profesional;
  2. Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan;
  3. Langkah-langkah pembiayaan perdagangan;
  4. Meningkatkan infrastruktur
  5. Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN;
  6. Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah

10 Negara Anggota MEA, Pembebabasan Bea masuk atau freight forwarding ke setiap negara ASEAN membuat negara kita menjadi ladang yang empuk, mengingat jumlah penduduk kita yang sangat banyak.

Kita berubah dari Negara Agraria menjadi negara Industri yang corat marut, negara asing membuat industri yang di jual lagi ke masyarakat kita, dan para buruhnya adalah warga kita, kita tidak mau lagi menjadi petani tapi lebih baik menjadi buruh di pabrik-pabrik.

10 Negara Anggota MEA. Sebenarnya, jaman sekarang waktu yang pas untuk meningkatkan pertanian, perikanan dan kelautan agar negara kita bisa menguasai ikan dan pertanian. 10 Negara Anggota MEA akan bersaing ketat dalam hal perdangan.

Sehingga penulis takut negara kita menjadi buruh di negeri asing dan tidak mau berdikari, padahal wilayah kita sangat potensial.

Untuk anda yang ingin menyewa, membeli container bekas untuk keperluan gudang, kantor untuk kawasan Jakarta Bekasi Depok Tangerang Bogor Silahkan hubungi alamat berikut ini: Sewa Container Office. Mereka melayani sewa container dan jual beli container untuk kawasan Indonesia. Semoga bermamfaat.

2 thoughts on “10 Negara Anggota MEA

  1. Kira2 wadah/lembaga seperti apa yang dapat mendukung para pekerja Indonesia untuk dapat bersaing dengan tenaga Asing menurut penulis? Saya sendiri sebagai pembaca merasa was-was dengan kondisi ini, mungkin saat ini tidak begitu terasa efeknya pada para pekerja di Tanah Air. Tapi apa yang akan terjadi 5-10 tahun kedepan? Mohon masukannya, saya sempat terbersit untuk memberikan motivasi pada para pekerja kasar khususnya agar dapat bersaing dengan adanya MEA/AEC ini.
    Salam
    Pembaca Budiman

    1. Tentu saja lembaga pelatihan tenaga kerja, pembinaan industri kecil, menengah (di tuntun). Bila perlu kursus membuat usaha kecil secara gratis. Pengucuran dana untuk modal usaha kecil. Tapi semua ini sudah dilakukan kan… Tapi yang jadi masalah ada prakteknya. Di lapangan penyaluran modal usaha kecil sangat kurang baik.

      Yang banyak dipermasalahkan orang adalah Tenaga kerja dari China. Regulasi untuk tenaga kerja dari China harus di perketat. Klu tenaga kerja di kawasan Asean, saya pikir warga kita masih bisa bersaing. Karena warga kita masih banyak yang mau untuk pekerjaan berbahaya, kotor alias kuli kasar. Malah ada yang bilang, TKI kita yang bangun Singapore dan Malaysia. hehhehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *