Registrasi Nomor Ponsel Mulai 31 Oktober 2017
Registrasi Nomor Ponsel Mulai 31 Oktober 2017

Registrasi Nomor Ponsel Mulai 31 Oktober 2017

Diposting pada

Registrasi Nomor Ponsel Mulai 31 Oktober 2017. Registrasi ini dilakukan untuk semua nomor ponsel yang ada di Indonesia. Walaupun nomor ponsel anda sudah bertahun-tahun anda gunakan tetap harus registrasi.

Registrasi ini bertujuan untuk menghindari penyalah gunaan nomor ponsel di Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui sering terjadi penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertangggungjawab. Melalui SMS dan telp kepada orang lain. Jadi jika anda tidak melakukan registrasi secara otomatis nomor ponsel anda akan akan non aktif.

Hal ini sebenarnya sangat baik untuk kenyamanan menggunakan ponsel di Indonesia. Sehingga dapat menekan jumlah penipuan yang menggunakan ponsel kepada orang lain. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa melalui SMS dan Telp sering terjadi penipuan.

Tujuan Registrasi Nomor Ponsel

Berhubung jumlah pengaduan penipuan yang di terima oleh Kepolisian Indonesia dan provider ponsel di Indonesia sangat banyak. Maka salah satu cara untuk menekan penipuan ini adalah mendata semua nomor ponsel di Indonesia. Walaupun sebenarnya para pelaku penipuan dapat dilacak berdasarkan posisi Ponsel. Tapi untuk memudahkan dan menekan penipuan ini sangat penting untuk mendata para pengguna ponsel di Indonesia.
Registrasi Nomor Ponsel Mulai 31 Oktober 2017 ini diberlakukan untuk semua nomor yang diterbitkan semua provider. Berikut ini adalah provider ponsel di Indonesia.

  • Telkom
  • Indosat
  • XL/Axis
  • Smartfren
  • Tri (3)

Dari semua pengguna ponsel di Indonesia pengguna Telkom adalah yang terbanyak. Hal ini karena jangkauan jaringan ponsel dari Telkom lebih luas. Yang kedua mungkin adalah XL (Axiata). Jadi seperti yang sudah disebutkan diatas, walaupun nomor ponsel anda sudah anda gunakan lebih dari 15 tahun. Nomor ponsel anda wajib harus registrasi.

Penetapan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi yang merupakan perubahan Permen Nomor 12 Tahun 2016.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan, proses registrasi dan validasi data nomor ponsel ini berlaku untuk pelanggan baru dan eksisting atau lama.

Pelanggan baru yang membeli kartu SIM seluler baru wajib melakukan registrasi dengan identitas yang sah, sementara pelanggan lama diminta untuk melakukan registrasi ulang dengan nomor NIK di KTP dan nomor KK.

Kalau sebelumnya hanya membutuhkan nomor KTP (NIK) saja maka untuk registrasi kali ini harus menyertakan nomor kartu Keluarga (KK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *