Cintaku Pelangi

Cintaku PelangiMau minum apa? tanyaku. Apa aja deh, Jawabmu. Aku terdiam sejenak, Kau tau? aku paling ga suka sama orang yang pasrahan, seakan-akan tidak ada pilihan, kayak orang yang tidak punya pendirian saja, gumamku dalam hati. Baiklah, Jawabku. Sejurus kemudian aku melampaikan tangan ke Waitress, memberi kode agar mereka datang ke meja kita. Waktu itu kita sedang duduk di salah satu cafe, tidak jauh dari kantor tempat kamu bekerja. Apa itu? aku bertanya sama kamu. Komik, jawabmu singkat sambil ngakak. Iya begitulah, kalau sudah ketemu komik kamu seakan lupa yang lain, terkadang sangat menyebalkan. Apa judulnya? tanyaku lagi. Pengantin Demos, Jawabmu, ooh pengantin demos, iya ya tau, jawabku. ceritanya yang rada horor kan? aku menegaskan. Kamu tau ga, pengarang komik itu sering di hantui marluk mistis lho, saking sering di ganggu, akhirnya komik itu nanggung, tidak tamat dan konon penulisnya sudah meninggal. Aku mencoba memasuki duniamu yang menurutku rada-rada aneh itu. Oiya? Jawabmu. Iya, lihat aja episode terakhir, pasti bersambung, padahal komik itu di tulis 20 tahun yang lalu. Continue reading